Instalasi Mikrotik pada Speedy

>> Sabtu, Januari 31, 2009

"Mikrotik instalations on speedy"

Sebelumnya saya gambarkan dulu skema jaringannya:

Internet---->Modem ADSL---->Mikrotik Routers---->Swicth Hub---->Komputer Client



mikrotik

Untuk LAN, kita pake kelas C dengan network 192.168.2.0/24.
Kemudian untuk mikrotik routers, kita perlu 2 LanCard (EthernetCard). Satu (ether1-192.168.0.2/24)untuk sambungan ke modem ADSL, dan satunya lagi (ether2-192.168.2.1/24)untuk sambungan ke LAN. Dan jangan lupa, untuk Modem ADSL, IP kita set 192.168.0.1/24.

Sebelum mengetikkan apapun, pastikan Anda telah berada pada root menu dengan mengetikkan "/".

Set IP untuk masing-masing ethernet card:
ip address add address=192.168.0.1/24 interface=ether1
ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether2
Untuk menampilkan hasil perintah diatas ketikkan perintah berikut:
ip address print

Kemudian lakukan testing dengan mencoba nge-ping ke gatewayatau komputer yang ada pada LAN, jika hasilnya sukses maka konfigurasi IP Anda sudah benar.
Misalnya:
ping -t 192.168.0.1
ping -t 192.168.2.1

Menambahkan routing
ip route add gateway=192.168.0.1

Setting DNS (DNS Speedy)
ip dns set primary-dns=202.134.1.10
ip dns set secondary-dns=202.134.0.155

Setelah itu coba lakukan testing ping ping ke yahoo.com atau google.com.
Misalnya:
ping -t yahoo.com
ping -t google.com
Jika hasilnya sukses, maka setting DNS sudah benar.

Source NAT (Network Address Translation)/Masquerading, agar semua komputer yang ada pada LAN bisa terhubung ke internet juga, maka Anda perlu menambahkan NAT/Masquerade pada mikrotik.
ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1

Sekarang coba lakukan ping ke yahoo.com atau google.com dari komputer yang ada di LAN.
Misalnya:
ping -t yahoo.com
ping -t google.com
Jika hasilnya sukses, maka setting masquerade sudah benar.

===========================================

DHCP (Dinamic Host Configuration Protokol), karena alasan supaya praktis, temenku pengin pake DHCP Server. Biar kalau tiap ada client yang konek, dia ga perlu setting IP secara manual. Tinggal obtain aja dari DHCP Server, beres dah. Untungnya mikrotik ini juga ada fitur DHCP Servernya. Jadi ya ga ada masalah..
Membuat IP Address Pool
ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.2.2-192.168.2.254
Menambahkan DHCP Network
ip dhcp-servernetwork add address=192.168.2.0/24 gateway=192.168.2.1 dns-server=202.134.1.10,202.134.0.155
Menambahkan Server DHCP
ip dhcp-server add name=DHCP_LAN disable=no interface=ether2 address-pool=dhcp-pool

Sekarang coba lakukan testing dari komputer client untuk me-request IP address dari Server DHCP. Jika sukses, maka sekali lagi settingannya sudah bener.

Bandwidth Control, agar semua client pada LAN tidak berebut bandwidth, maka perlu dilakukan bandwidth managemen atau bandwidth control.
Model yang saya gunakan dalam queue trees. Untuk lebih jelas apa itu, silahkan merujuk ke situsnya mikrotik.

Kondisinya seperti ini:
Koneksi speedy katakan 1024/128 kbps (download/upload). Kita ambil estimasi rata-ratanya saja. Misal kita ambil untuk minimalnya untuk download 800kbps dan untuk upload 100kbps. Sedangkan maksimumnya, untuk download 1024kbps dan untuk upload 128kbps.
Lalu jumlah komputer client yang ada saat ini katakan 10 unit. Jadi harus disiapkan bandwidth itu untuk dibagikan kepada 10 client tersebut.
Perhitungannya kurang lebih seperti ini:
Minimal download : (800*1024bps)/10 = 81920bps
Maksimal download: (1024*1024bps)/10= 104857bps
Minimal upload : (120*1024bps)/10 = 12228bps
Maksimal upload : (128*1024bps)/10 = 13107bps

Selanjutnya kita mulai konfigurasinya:
Tandai semua paket yang berasal dari LAN
ip firewall mangle add src-address=192.168.2.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=clients-con chain=prerouting
ip firewall mangle add connection-mark=clients-con action=mark-packet new-packet-mark=clients chain=prerouting
Menambahkan rule yang akan membatasi kecepatan download dan upload
queue tree add name=clients-download parent=ether2 packet-mark=clients limit-at=81920 max-limit=104857
queue tree add name=clients-upload parent=ether2 packet-mark=clients limit-at=12228 max-limit=13107

Sekarang lakukan testing download dari beberapa client, mestinya sekarang tiap-tiap klien akan berbagi bandwidthnya. Jika jumlah klient yang on-line tidak mencapai 10 unit, maka sisa bandwidth yang nganggur itu akan dibagikan kepada client yang on-line.

Graphing, mikrotik juga dilengkapi dengan fungsi monitoring traffic layaknya MRTG biasa. Jadi kita bisa melihat beberapa paket yang dilewatkan pada PC mikrotik kita.
tool graphing set store-every=5min
Berikutnya yang akan kita monitor adalah paket-paket yang semua interface yang ada di PC mikrotik kita.
tool graphing interface add-interface=all store-on-disk=yes
Sekarang coba arahkan browser anda ke IP Router Mikrotik:
http://192.168.2.1/graphs/
Nanti akan keluar pilihan interface apa saja yang ada di router Anda. Coba klik salah satu.

Dari tutorial diatas, yang masuk dalam kategori utama adalah hanya sampai pada menambahkan NAT/Masquerade saja yang selebihnya bersifat optional. Karena menurut saya DHCP yang sifatnya berubah-ubah jadi nanti saya mau limit bandwidthnya terkadang IP tidak sama, dan untuk setting bandwitdhnya limitnya saya lebih suka menggunakan pada winbox yang lebih mudah.

Sekian Dulu Semoga Bermanfaat.

NB:
Untuk Master mikrotiknya silahkan Download Disini, setelah download (file berbentuk image/.iso) burn dulu yah pake nero ato software apa aja terserah. Kemudian instal!!!

Langkah-langkahnya:

1.

After booting from CD you will see a menu where to choose packages to install:

Welcome to MikroTik Router Software installation

Move around menu using 'p' and 'n' or arrow keys, select with 'spacebar'.
Select all with 'a', minimum with 'm'. Press 'i' to install locally or 'r' to
install remote router or 'q' to cancel and reboot.

[X] system [ ] isdn [ ] synchronous
[X] ppp [ ] lcd [ ] telephony
[X] dhcp [ ] ntp [ ] ups
[X] advanced-tools [ ] radiolan [ ] web-proxy
[ ] arlan [ ] routerboard [ ] wireless
[ ] gps [X] routing
[ ] hotspot [X] security


Follow the instructions, select needed packages, and press 'i' to install the software.
2.

You will be asked for 2 questions:

Warning: all data on the disk will be erased!

Continue? [y/n]


Press [Y] to continue or [N] to abort the installation.

Do you want to keep old configuration? [y/n]:

You should choose whether you want to keep old configuration (press [Y]) or to erase the configuration permanently (press [N]) and continue without saving it. For a fresh installation, press [N].

Creating partition...
Formatting disk...

The system will install selected packages. After that you will be prompted to press 'Enter'. Before doing that, remove the CD from your CD-Drive:

Software installed.
Press ENTER to reboot

Related Posts by Categories



0 komentar:

Recent Comment

About This Blog

  © Free Blogger Templates Skyblue by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP